Kamis, 16 November 2023

SCUDERIA FERRARI MENGHADIRKAN LIVERY KHUSUS UNTUK GRAND PRIX LAS VEGAS

Formula 1 kembali pada akhir pekan ini dengan mengadakan balapan pertamanya di Las Vegas. Hal ini, menjadi momen yang cukup menarik karena, terakhir kali Formula 1 menggelar balapan di Ibukota Hiburan Dunia ini, pada tahun 1985 silam. Formula 1 sudah membicarakan dengan penyelenggara mengenai kemungkinan menggelar ajang balapannya di Las Vegas, namun baru pada Selasa malam (29/3/2022) waktu setempat, balapan ini baru dimasukkan ke kalender balapan mulai tahun depan. Hal ini, berarti Las Vegas akan bergabung dengan Grand Prix Miami dan Grand Prix Amerika. Sehingga menjadikan Amerika sebagai tuan rumah tiga acara Grand Prix setiap tahunnya.

Dalam rangka merayakan momen spesial ini, Tim Scuderia Ferrari hadir dengan livery khusus untuk tampil di Grand Prix Las Vegas. Mobil balap Ferrari SF-23 akan tampil dengan warna yang lebih cerah dibanding desain sebelumnya. Pada balapan Amerika ketiganya musim ini, SF-23 menampilkan aksen putih yang menarik. Pewarnaan ini, erat kaitannya dengan sejarah balap Ferrari di Amerika. 


Mobil balap Carlos Sainz dan Charles Leclerc tetap didominasi oleh warna merah. Desain pada SF-23 ini, juga dilengkapi oleh warna putih yang menghiasi hampir seluruh bagian mobil, mulai dari sayap belakang, sayap depan, dan engine cover. Nomor pengemudi mobil akan dihiasi tambahan nuansa putih, termasuk logo sponsor. Logo Ferrari yang terletak di sisi samping monokok atau rangka tunggal pada mobil juga akan berwarna putih. Perubahan warna ini, telah mendapat persetujuan dari sponsor pendukung Scuderia Ferrari. Bahkan termasuk penggantian logo Shell yang ikonik dengan warna kuning juga berubah menjadi warna putih. 


Livery merah putih pada SF-23 ini, mengingatkan Ferrari di era 1970-an serta beberapa kenangan ikonik pada masa keemasan Formula 1 di Amerika Serikat. Pemilihan warna yang didominasi oleh merah dan putih ini, terinspirasi oleh Mario Andretti yang memimpin tim dalam meraih kemenangan di ajang Grand Prix Afrika Selatan tahun 1971. Ferrari pun terus menggunakan seragam warna putih melalui dua kejuaraan yang diperoleh Niki Lauda pada tahun 1975 dan juga 1977. Pembalap Ferrari saat ini, Carlos Sainz dan Charles Leclerc mengenakan seragam dengan tampilan warna merah dan putih saat Formula 1 menggelar Grand Prix di Ibukota yang dijuluki "Hiburan Dunia" dari tanggal 17 hingga 19 November ini. 


Grand Prix Las Vegas akan menjadi tantangan besar bagi seluruh pengemudi dari setiap tim yang berlomba lomba untuk mendapatkan posisi terbaiknya. Hal ini, disebabkan oleh para pengemudi yang berusaha dalam menguasai lintasan baru yang belum pernah dilalui. Pembalap Ferrari, sangat menantikan trek baru ini karena merupakan suatu tantangan yang baru bagi keduanya. Dengan ini, mereka berharap untuk menjadi lebih cepat dan berharap menampilkan performa terbaiknya dengan kepercayaan diri dari Tim Scuderia Ferrari.


Minggu, 01 Oktober 2023

JAGUNG SEBAGAI BAHAN PANGAN ALTERNATIF PENGGANTI BERAS



Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbesar ke-tiga di Indonesia. Dengan laju pertumbuhan penduduk 0,71%. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2020, pada tahun lalu, jumlah penduduk di Jawa Tengah mencapai 36,52 juta jiwa. Jumlah penduduk di Jawa Tengah yang kian meningkat dari waktu ke waktu, akan menyebabkan permintaan pangan yang juga meningkat. Persediaan beras di Jawa Tengah sempat mengalami defisit beras pada beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh adanya berbagai permasalahan yang mempengaruhi pertanian di wilayah Jawa Tengah. Yakni, persediaan air irigasi yang terbatas, serta luas lahan garapan petani yang berkurang.

Nasi menjadi makanan pokok yang dikonsumsi oleh masyarakat. Nasi memiliki karbohidrat yang tinggi sehingga dijadikan sebagai pemasok energi yang cukup besar. Apabila tubuh kekurangan kadar karbohidrat, maka akan terjadi penurunan metabolisme di dalam tubuh. Kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan mual-mual, diare, serta sakit kepala. Namun, tidak perlu khawatir apabila suatu saat jumlah produksi beras sedang mengalami defisit, kita dapat mengganti konsumsi beras dengan bahan pangan alternatif pengganti beras.

Salah satu hasil pertanian yang dapat digunakan sebagai bahan pangan alternatif pengganti beras yaitu, jagung. Menurut Pengajar Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Borobudur, Fetty Dwi, pembudidayaan tanaman jagung sangat mudah dan sesuai dengan kondisi iklim dan ekologi di Indonesia. Artinya pada berbagai jenis tanah, bahkan pada tanah yang kering sekalipun, jagung dapat tumbuh dengan baik. Biaya untuk menanam jagung pun lebih murah dibandingkan dengan padi.

Bulir jagung mengandung banyak karbohidrat. Kandungan karbohidrat yang dimiliki oleh jagung, hampir sama dengan beras. Sehingga, jagung merupakan sumber karbohidrat yang baik untuk tubuh. Hal ini dapat menyebabkan perut menjadi kenyang dan bertahan lama. Walaupun kandungan karbohidrat pada jagung tidak sebanyak nasi, namun jagung mengandung serat dan karoten yang lebih tinggi dari nasi. Karoten merupakan zat penting dalam pembentukan vitamin A yang dapat mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh.

Dalam sebuah ulasan disebutkan bahwa biji jagung hadir dalam berbagai warna, mulai dari kuning, putih, merah, ungu, oranye, hingga hitam. Hal ini menunjukkan melimpahnya senyawa pigmen antosianin, karotenoid dan zat lainnya. Dalam suatu penelitian juga disebutkan bahwa vitamin A atau karotenoid dan vitamin E terdapat pada jagung berwarna kuning atau merah. Vitamin ini juga berperan untuk meningkatkan imunitas tubuh serta menghambat kerusakan pada sel. Sedangkan pada jagung ungu dan merah mengandung senyawa antosianin. Sebagai bahan pangan yang fungsional, antosianin memiliki efek kesehatan yang sangat baik.

Kandungan nutrisi yang cukup melimpah pada jagung, bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Jagung dapat melancarkan pencernaan, sebab mengandung serat tidak larut. Serat pada jagung akan lebih mudah dicerna oleh tubuh dan membuat saluran metabolisme tubuh bekerja lebih kuat. Dengan ini, akan mengurangi risiko sembelit pada pencernaan. Sebagai biji-bijian utuh, jagung juga merupakan makanan yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, obestitas, dan kanker kolorektal. Manfaat lain dari mengonsumsi jagung, dapat menurunkan resiko penyakit anemia karena jagung mengandung zat besi yang penting. Anemia merupakan suatu kondisi apabila tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat. Anemia juga dapat menyebabkan kelelahan serta kelemahan pada tubuh. Dengan mengonsumsi jagung, keseimbangan zat besi dalam tubub bisa terjaga. 

Begitu banyak sekali manfaat apabila kita dapat menjadikan jagung sebagai sumber bahan pangan alternatif pengganti beras. Mulai dari pembudidayaannya yang mudah, harga tanam yang lebih murah dibanding padi, tidak lupa pula manfaat untuk kesehatan tubuh kita apabila mengonsumsi jagung, dan sebagainya. Oleh karena itu, jika suatu saat beras mengalami defisit atau penurunan jumlah produksi yang disebabkan oleh keadaan cuaca, tingginya permintaan beras sebab bertambahnya jumlah penduduk di suatu wilayah, ataupun sebab yang lain, jagung dapat menjadi alternatif pangan yang baik untuk masyarakat. 

SCUDERIA FERRARI MENGHADIRKAN LIVERY KHUSUS UNTUK GRAND PRIX LAS VEGAS

Formula 1 kembali pada akhir pekan ini dengan mengadakan balapan pertamanya di Las Vegas. Hal ini, menjadi momen yang cukup menarik karena, ...