Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbesar ke-tiga di Indonesia. Dengan laju pertumbuhan penduduk 0,71%. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2020, pada tahun lalu, jumlah penduduk di Jawa Tengah mencapai 36,52 juta jiwa. Jumlah penduduk di Jawa Tengah yang kian meningkat dari waktu ke waktu, akan menyebabkan permintaan pangan yang juga meningkat. Persediaan beras di Jawa Tengah sempat mengalami defisit beras pada beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh adanya berbagai permasalahan yang mempengaruhi pertanian di wilayah Jawa Tengah. Yakni, persediaan air irigasi yang terbatas, serta luas lahan garapan petani yang berkurang.
Nasi menjadi makanan pokok yang dikonsumsi oleh masyarakat. Nasi memiliki karbohidrat yang tinggi sehingga dijadikan sebagai pemasok energi yang cukup besar. Apabila tubuh kekurangan kadar karbohidrat, maka akan terjadi penurunan metabolisme di dalam tubuh. Kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan mual-mual, diare, serta sakit kepala. Namun, tidak perlu khawatir apabila suatu saat jumlah produksi beras sedang mengalami defisit, kita dapat mengganti konsumsi beras dengan bahan pangan alternatif pengganti beras.
Salah satu hasil pertanian yang dapat digunakan sebagai bahan pangan alternatif pengganti beras yaitu, jagung. Menurut Pengajar Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Borobudur, Fetty Dwi, pembudidayaan tanaman jagung sangat mudah dan sesuai dengan kondisi iklim dan ekologi di Indonesia. Artinya pada berbagai jenis tanah, bahkan pada tanah yang kering sekalipun, jagung dapat tumbuh dengan baik. Biaya untuk menanam jagung pun lebih murah dibandingkan dengan padi.
Bulir jagung mengandung banyak karbohidrat. Kandungan karbohidrat yang dimiliki oleh jagung, hampir sama dengan beras. Sehingga, jagung merupakan sumber karbohidrat yang baik untuk tubuh. Hal ini dapat menyebabkan perut menjadi kenyang dan bertahan lama. Walaupun kandungan karbohidrat pada jagung tidak sebanyak nasi, namun jagung mengandung serat dan karoten yang lebih tinggi dari nasi. Karoten merupakan zat penting dalam pembentukan vitamin A yang dapat mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh.
Dalam sebuah ulasan disebutkan bahwa biji jagung hadir dalam berbagai warna, mulai dari kuning, putih, merah, ungu, oranye, hingga hitam. Hal ini menunjukkan melimpahnya senyawa pigmen antosianin, karotenoid dan zat lainnya. Dalam suatu penelitian juga disebutkan bahwa vitamin A atau karotenoid dan vitamin E terdapat pada jagung berwarna kuning atau merah. Vitamin ini juga berperan untuk meningkatkan imunitas tubuh serta menghambat kerusakan pada sel. Sedangkan pada jagung ungu dan merah mengandung senyawa antosianin. Sebagai bahan pangan yang fungsional, antosianin memiliki efek kesehatan yang sangat baik.
Kandungan nutrisi yang cukup melimpah pada jagung, bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Jagung dapat melancarkan pencernaan, sebab mengandung serat tidak larut. Serat pada jagung akan lebih mudah dicerna oleh tubuh dan membuat saluran metabolisme tubuh bekerja lebih kuat. Dengan ini, akan mengurangi risiko sembelit pada pencernaan. Sebagai biji-bijian utuh, jagung juga merupakan makanan yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, obestitas, dan kanker kolorektal. Manfaat lain dari mengonsumsi jagung, dapat menurunkan resiko penyakit anemia karena jagung mengandung zat besi yang penting. Anemia merupakan suatu kondisi apabila tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat. Anemia juga dapat menyebabkan kelelahan serta kelemahan pada tubuh. Dengan mengonsumsi jagung, keseimbangan zat besi dalam tubub bisa terjaga.
Begitu banyak sekali manfaat apabila kita dapat menjadikan jagung sebagai sumber bahan pangan alternatif pengganti beras. Mulai dari pembudidayaannya yang mudah, harga tanam yang lebih murah dibanding padi, tidak lupa pula manfaat untuk kesehatan tubuh kita apabila mengonsumsi jagung, dan sebagainya. Oleh karena itu, jika suatu saat beras mengalami defisit atau penurunan jumlah produksi yang disebabkan oleh keadaan cuaca, tingginya permintaan beras sebab bertambahnya jumlah penduduk di suatu wilayah, ataupun sebab yang lain, jagung dapat menjadi alternatif pangan yang baik untuk masyarakat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar